Sabtu, 20 April 2013

7 Unsur Universal Masyarakat Sumatera Selatan




Disusun Oleh :




Nama              : Merina Astuti
No Pokok          : 101-12-019
Jurusan            : Administrasi Negara
Mata Kuliah       : Pengantar Antropologi
Dosen Pembimbing: Delfiazi Puji Lestari, S.Ip, M.S 


Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi & Pemerintahan
Annisa Dwi Salfaritzi

Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan karunianya saya dapat menyelesaikan makalah ini. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengkaji dan membahas kebudayaan Palembang melalui 7 unsur kebudayaan universal. Dalam Makalah ini saya akan membahas mengenai sejarah dan kebudayaan kota palembang secara lebih dalam melalui 7 unsur kebudayaan universal. Yang saya harapkan bermanfaat bagi anda semua. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Terima kasih.

Daftar Isi
Kata Pengantar........................................................................................... ...... i
Daftar isi.......................................................................................................... ii
Bab 1 Pendahuluan
1.1. Latar Belakang........................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah ......................................................................................  1
1.3. Tujuan...................................................................................................... 1-2
Bab 2 Analisis dan Pembahasan
2.1. Bahasa..................................................................................................... 2-4
2.2. Sistem Pengetahuan............................................................................ 4-5
2.3 Sistem Sosial (Kekerabatan).................................................................. 6
2.4 Sistem Pengetahuan dan Teknologi................................................... 7-9
2.5 Sistem Mata Pencaharian........................................................................ 9
2.6 Sistem Religi (Kepercayaan)............................................................. 9-10
2.7 Kesenian............................................................................................... 10-15
Bab 3 Penutup
3.1. Kesimpulan................................................................................................. 16
3.2. Saran.......................................................................................................... 16

Bab 1
Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Dalam makalah ini saya akan Mengkaji dan membahas tentang kebudayaan Palembang melalui 7 unsur kebudayaan secara universal. Kota Palembang merupakan kota tertua di Indonesia berumur setidaknya 1382 tahun jika berdasarkan prasasti Sriwijaya yang dikenal sebagai prasasti Kedudukan. Di masa lalu, palembang adalah ibukota dari kerajaan sriwijaya. Palembang dikenal sebagai kota penghasil tekstil dan songket yang sangat indah. Sebagian dari provinsi ini dibagi menjadi dua pulau yang cukup besar yaitu pulau Bangka Beiltung dan pantai timur laut sumatera di laut Cina selatan. Dalam kebudayaannya palembang banyak sekali yang menarik dan perlu untuk diketahui secara lebih dalam dalam topik ini. Topik yang saya bahas ini ditinjau dari aspek budaya dan sejarahnya karena keduanya memang banyak tumpang tindihnya dan karena itu sukar dipisahkan.

1.2 Perumusan masalah
Bagaimana cara kita mengkaji dan membahas mengenai sejarah dan unsur kebudayaan Palembang secara Universal?.

1.3 Tujuan Penulisan Makalah.
1.3.1 Mengetahui dan menganalisis unsur bahasa
1.3.2 Mengetahui dan menganalisi sistem pengetahuan masyarakat Palembang
1.3.3 Mengetahui dan menganalisis sistem sosial dan kekerabatannya
1.3.4 Mengetahui dan menganalisis sistem pengetahuan dan teknologi
1.3.5 Mengetahui dan menganalisis sistem mata pencaharian
1.3.6 Mengetahui dan menganalisi unsur religi yang ada di masyarakat Palembang
1.3.7 Mengetahui dan menganalisi unsur kesenian masyarakat Palembang
1.3.8 Menentukan etos kebudayaannya

Bab 2
Analisis dan Pembahasan
2.1          Bahasa
Bahasa berfungsi sebagai media komunikasi baik lisan, tulisan, gerak tubuh, dll untuk menyampaikan maksud hati. Bahasa Palembang mempunyai dua tingkatan, yaitu Baso Pelembang Alus atau Bebaso dan Baso Pelembang Sari-sari. Baso Pelembang Alus dipergunakan dalam percakapan dengan pemuka masyarakat, orang-orang tua, atau orang-orang yang dihormati, terutama dalam upacara-upacara adat. Bahasa ini berakar pada bahasa Jawa karena raja-raja Palembang berasal dariKerajaan Majapahit, Kerajaan Demak, dan Kerajaan Pajang. Itulah sebabnya perbendaharaan kata Baso Pelembang Alus banyak persamaannya dengan perbendaharaan kata dalam bahasa Jawa.
Sementara itu, Baso sehari-hari dipergunakan oleh wong Palembang dan berakar pada 
bahasa Melayu. Dalam praktiknya sehari-hari, orang Palembang biasanya mencampurkan bahasa ini dan Bahasa Indonesia (pemilihan kata berdasarkan kondisi dan koherensi) sehingga penggunaan bahasa Palembang menjadi suatu seni tersendiri.
Bahasa Palembang memiliki kemiripan dengan bahasa daerah provinsi di sekitarnya, seperti Jambi, Bengkulu bahkan Jawa (dengan intonasi berbeda).
Berikut contoh bahasa yang digunakan oleh masyarakat Sumatera Selatan :
·         Emek : ibu                                 Di buri : di belakang
·         Abah : bapak                             Di jabo : di luar/ di depan
·         Aak : kakak laki-laki                 Di jero :di dalam
·         Cek : kakak perempuan              Awak : kamu
·         Mangcek : paman                       Kulo : saya
·         Bikcek : bibi
Contoh kalimat :
1.     Emek lagi masak di buri, sedangke abah lagi baco koran di jabo
·         Ibu sedang memasak di belakang, sedangkan bapak sedang baco koran di luar
2.    Awak dipanggel aak di jero
·         Kamu dipanggil kakak di dalam
Bahasa memiliki 2 fungsi, yaitu :
A.   Fungsi umum
Berfungsi untuk berekspresi, komunikasi, dan adaptasi sosial.
Contoh : Awak nak kemano?
·         Kamu mau kemana?
B.     Fungsi khusus
Berfungsi untuk pergaulam sehari-hari, mewujudkan seni, mempelajari naskah-naskah kuno, mengeksploitasi teknologi.
Contoh : Awak sudah belom pr kito sore tu
·         Kamu sudah belum pr kita kemarin

2.2      Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan adalah semua yang diketahui manusia. Lebih dari seribu tahun yang lalu telah berkembang salah satu kerajaan terbesar sepanjang sejarah Indonesia yaitu Kerajaan Budha Sriwijaya yang berada di sepanjang tepi Sungai Musi Sumatra Selatan. Terletak di sebelah Selatan dibingkai oleh Laut Cina Selatan dan berada di jalur lalu lintas tersibuk di dunia yang menghubungkan Timur Jauh dengan Eropa. Kerajaan Sriwijaya telah melakukan perdagangan sangat produktif dengan Cina Kuno pada masa keemasannya.
Terbentang di kaki bukit jajaran Gunung Bukit Barisan yang megah, provinsi ini relatif datar namun sangat subur karena banyak sungai membelah daratan dan bermuara ke laut. Perkebunan kopi dan teh tersebar di seluruh Sumatra Selatan, namun kekayaan yang berlimpah dari provinsi ini berasal dari cadangan minyak, gas alam, batu bara, timah dan kuarsa.
Sumatra Selatan memiliki tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi dan beraneka ragam, baik wisata alam, sejarah maupun budaya. Sumsel memiliki obyek wisata berupa gunung-gunung dengan flora dan fauna yang beragam, seperti Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS); sungai, danau, garis pantai yang sangat panjang. Anda dapat berkeliling mengunjungi Sungai Musi, Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Danau Ranau, dan Kota Pagaralam. Di sini pula tersaji aneka ragam tradisi serta budaya yang unik dan menarik.
Wisata alamnya adalah Danau Ranau Kabupaten Ogan Komering Ulu, Musi Rawas, dan Musi Banyuasin. Panorama pantainya antara lain pantai Parai Tenggini, pantai Matras di Pulau Bangka, dan pantai Pasir Padi di Pulau Belitung. Panorama air terjun terdapat di Kabupaten Muara Enim dan Lahat. Wisata budayanya meliputi Bukit Serelo, Gunung Dempo, Rumah Limas, pemukiman suku terasing Anak Dalam dan Kubu. Wisata sejarahnya antara lain situs Sriwijaya berupa batu purbakala, patung kuno, dan museum di Palembang, kompleks Pemakaman di Bukit Siguntang serta Benteng Kuto Besak.
Buah-buahan yang terkenal dari Palembang adalah nanas dan duku. Rasa nanas Palembang segar dan rasanya tajam, sementara duku Palembang rasanya manis dan terkadang hambar.


2.3      Sistem Sosial (Kekerabatan)
 Sosial menggambarkan struktur sosial dari masyarakat bersangkutan. Adapun sistem pewarisan gelar yang terdapat di Sumatera Selatan yaitu menganut garis patrilineal (ayah/laki-laki). Artinya gelar tersebut hanya boleh diwarisi seseorang jika ayahnya merupakan keturunan dari si pemegang gelar tersebut.
Gelar-gelar yang dipakai adalah sebagai berikut:
·      Raden disingkat (R) gelar laki-laki dan Raden Ayu (R.A) gelar wanita.
·      Masagus disingkat (Mgs) gelar laki-laki dan Masayu (Msy) gelar wanita.
·      Kemas disingkat (Kms) gelar laki-laki dan Nyimas (Nys) gelar wanita.
·      Kiagus disingkat (Kgs) gelar laki-laki dan Nyayu (Nya) gelar wanita.

Mengenai pemakaian gelar Ratu, gelar ini biasanya diberikan kepada Putri Raja yang naik tahta atau Permaisuri (Istri raja) yang disebut dengan Panggilan Ratu Agung atau Ratu Sepuh. Selain itu gelar ini juga diberikan kepada keempat isteri pendamping, karena pada umumnya raja memiliki istri lebih dari satu tetapi bukan selir.Selain Ratu Sepuh ratu-ratu yang lain diberi gelar tambahan/memiliki panggilan tersendiri seperti Ratu Gading, Ratu Mas. Ratu Sepuh Asma, Ratu Ulu, Ratu Ilir, dsb).



2.4      Sistem Pengetahuan dan Teknologi
Masyarakat Palembang dikenal dengan sifat suka berterus terang dan suka berkawan. Mereka memiliki keahlian dalam menciptakan karya seni yang indah dengan kesabaran dan kemampuannya.
Salah satu contoh dari hasil kreasi masyarakat Palembang yang paling terkenal adalah kain songket yang terbuat dari sutra dikombinasikan dengan benang emas yang mampu memikat kolektor pakaian tradisional karena desainnya yang kaya dan elegan. Songket juga dapat menjadi oleh-oleh yang bagus, meskipun harga songket cukup mahal terutama yang dibuat langsung secara tradisional.
Selain itu Palembang juga terkenal dengan ukiran kayu bermotifnya yang dipengaruhi oleh desain Cina dan Budha. Ukiran-ukiran kayu yang terdapat di mebel tersebut didominasi oleh dekorasi berbentuk bunga melati dan teratai.
Palembang juga menawarkan makanan yang unik, lezat yang kebanyakan terbuat dari ikan. Diantaranya ialah:
·         Pempek Palembang
Ini adalah salah satu makanan yang paling terkenal dari Palembang dan dapat Anda temukan di seluruh Indonesia dan telah menjadi favorit banyak orang Indonesia. Pempek terbuat dari ikan yang telah digiling dicampur tepung terigu dan bumbu-bumbu lain. Jenis-jenis pempek palembang di antaranya adalah: pempek lenjer, kapal selam, pempek kulit, pempek adaan dan pempek lenggang, pempek keriting serta pempek panggang.
·         Kerupuk Palembang, salah satu makanan kecil dari Palembang yang terkenal, kerupuk ini terbuat dari campuran terigu dan ikan tertentu. Biasanya terbuat dari ikan tenggiri, ikan gabus dan ikan belida. Toko yang dapat Anda kunjungi adalah: Kerupuk 601 and Taxi 333 at Jl. Dempo Luar.
·         Martabak Har, terbuat dari telur dicampur dengan bumbu-bumbu tertentu dan daging, lalu dibungkus adonan terigu, dicampurkan lalu digoreng. Martabak Har biasanya disajikan dengan saus yang lezat terbuat dari kentang, air dan bumbu-bumbu lainnya. Tempat terbaik untuk mencicipi martabak ini adalah di Martabak Kaji Abdul Rosak di Jalan. Jendral Sudirman.
·         Lempok Duren, terbuat dari durian dan gula. Rasanya manis dan kenyal.
·         Tekwan, sup tradisional yang terbuat dari bola-bola ikan, pasta ikan, soun, jamur dan bengkoang  kemudian disajikan hangat-hangat.
·          Bekasem yaitu Ikan yang diasinkan.
·         Makanan khas khas lainnya dari provinsi ini seperti pindang patin, pindang tulang, sambal jokjok, berengkes, dan tempoyak.

Masyarakat Palembang juga memiliki senjata tradisional semacam keris yang bernama rejang lebong seperti pada gambar berikut :

2.5      Sistem Mata Pencaharian
Masyarakat Palembang pada umumnya mempunyai mata pencaharian berdagang. Dalam cakupan kepulauan, kepulauan sumatera sangat kaya dengan hasil buminya seperti kelapa sawit, tembaga, batubara,timah, bauksit dll. Maka dari itu sumber mata pencahariaan masyarakat palembang juga menjadi pekerja tambang.Dalam berbagai definisi kota Palembang tercakup unsur keluasan wilayah, kepadatan penduduk yang bersifat heterogen dan bermata pencaharian non pertanian.

2.6      Sistem Religi (Kepercayaan)
Walaupun Sumatera Selatan adalah tempat berdirinya kerajaan sriwijaya yang menganut kepercayaan dan agama budha tetapi mayoritas masyarakatnya beragama Islam, karena masyarakat Palembang yang pada umum nya memiliki darah dan keturunanan bangsa melayu yang juga mayoritas beragama Islam.

2.7       Kesenian
Kesenian merupakan nilai keindahan (estetika) dari ekspresi manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata atau telinga. Sejarah tua Palembang serta masuknya para pendatang dari wilayah lain, telah menjadikan kota ini sebagai kota multi-budaya. Sempat kehilangan fungsi sebagai pelabuhan besar, penduduk kota ini lalu mengadopsi budaya Melayu pesisir, kemudian Jawa. Sampai sekarang pun hal ini bisa dilihat dalam budayanya. Contoh kesenian yang ada di Palembang :
A.   Rumah tradisional
Rumah tradisional yang berasal dari Sumsel ini memiliki atap yang berbentuk limas sehingga dinamakan dengan rumah limas. Dengan ciri khas lantai yang bertingkat dan oleh masyarakat Sumsel disebut dengan bengkilas. Rumah tradisional limas biasanya hanya digunakan untuk acara keluarga seperti hajatan. Tamu yang datang biasanya diterima di teras atau lantai dua. Satu lagi rumah khas dari Sumsel adalah rumah rakit

B.    Seni Tari
Ada beberapa seni tari yang berasal dari Sumsel diantaranya adalah tari tanggai, tari sekapur sirih, tari putri bekhusek, dan tari gending sriwijaya.

C.    Lagu Daerah
Provinsi Sumatera Selatan juga memiliki lagu daerah diantaranya adalah Lagu Daerah seperti Melati Karangan, Dek Sangke, Cuk Mak Ilang, Dirut, Gending Sriwijaya dan Ribang Kemambang.

Kesenian lainnya yang berada di Sumatera Selatan yaitu pertunjukan dulmuluk (pentas drama tradisional khas Palembang) dan pertunjukan wayang Palembang.

Bab 3
Penutup
3.1  Kesimpulan
          Setelah membaca penjelasan tentang 7 unsur kebudayaan universal yang ada pada masyarakat Sumatera Selatan di atas dapat disimpulkan bahwa  etos kebudayaan atau unsur yang paling menonjol dari masyarakat Sumsel adalah dari segi “Sistem Pengetahuan dan Teknologi” khususnya pada makanan-makanan khasnya dan dari segi “Kesenian”-nya baik seni tari, rumah adat, maupun kerajinannya. Mereka memiliki keahlian dalam menciptakan karya seni yang indah dengan kesabaran dan kemampuannya. Hal ini menunjukan bahwa Sumatera Selatan adalah provinsi yang kaya akan kebudayaannya.

3.2 Saran
           Sumatera Selatan dikenal dengan kesenian dan kerajinannya, maka dari itu marilah bersama-sama kita menjaga dan melestarikan kebudayaan yang ada walaupun zaman semakin hari semakin maju. Jika bukan kita sendiri yang menjaganya siapa lagi? Apakah harus menunggu kebudayaan dan hasil karya kita di akui oleh negara lain terlebih dahulu baru kita mau melestarikan dan mempertahankannya?.









1 komentar:

  1. bagus nih materi nya, pembahasan mengenai sumatera selatan nya lebih terarah...

    http://www.marketingkita.com/2017/08/manfaat-adanya-distributor-dalam-ilmu-marketing.html

    BalasHapus